Yang Gak Penting tentang nama SAYA

Standard

Diam – diam saya tidak setuju dengan kalimat “Apalah arti sebuah nama”. Faktanya, semua orang terlahir dengan sebuah nama. Mereka memerlukan sebuah panggilan yang pada akhirnya menjadi inisialisasi dari pribadi masing – masing yang melekat hingga akhir hayat. Inisialisasi inilah yang membedakan antara pribadi satu dengan yang lain. Karakteristik yang satu dengan yang lain. Kehidupan yang satu dengan yang lain. Sehingga jelas, arti nama pun dibedakan antara milik yang satu dengan yang lain.

Menurut saya arti sebuah nama sama berartinya dengan arti hidup orang itu sendiri. Karena di dalam nama tersebut tersembunyi sebuah harapan dari penciptanya. Yang namanya harapan, pastilah dibuat yang terbaik. Sehingga saya yakin, si pencipta menginginkan yang terbaik untuk hidup si yang-diberi-nama.

Terkait masalah nama saya, jelas, orang tua saya (lebih tepatnya Papa saya) adalah pencipta nama saya. Nama saya sederhana, Laura Yuliardhilla. Awalnya orang tua saya membuat nama saya seperti ini Laura Yuli Ardilla. Akan tetapi, karena kesalahan cetak di akta kelahiran saya, nama saya pun berubah menjadi Laura Yuliardhilla. Hemat satu spasi dan tiba – tiba huruf “H” menyisip di tengah. Saya tidak pernah mempermasalahkan atau pun mencari tahu tentang arti nama saya semenjak saya lahir hingga teman bermain saya saat SD bertanya, “La, apa arti namamu?”. Karena merasa penasaran juga, akhirnya sepulang sekolah saya bertanya pada Papa saya.

Ternyata dari 3 kata nama saya tersebut, hanya satu kata yang mempunyai arti: Yuli. Yuli berarti bulan Juli, bulan kelahiran saya. Selebihnya berupa pengharapan dari Papa saya untuk saya. Papa bilang, banyak orang di Eropa, Australia dan Amerika yang bernama Laura mempunyai otak yang pintar. Sehingga nama Laura diberikan untuk saya dengan harapan saya kelak bisa pintar seperti orang – orang yang bernama Laura di negeri nun jauh di mato itu. Saya yakin semua orang tua pasti berharap anaknya pintar (asal jangan pintar ngibul saja, heh?). Selanjutnya Ardhilla. Sebenarnya nama ini berasal dari nama artis ternama Nike Ardilla. Dulu Papa saya adalah salah satu fans artis ini. Menurut beliau, walaupun meninggal dalam usia muda, Nike sudah mampu menjadi gadis yang mandiri, berjiwa sosial tinggi, berbakat, cantik serta pintar. Suaranya terbilang khas dan pada saat tahun 90-an, dialah artis yang paling terkenal dan banyak yang menjulukinya sebagai seorang Diva karena perjalanan karirnya yang Β sukses. Papa saya berharap saya dapat memiliki kebaikan – kebaikan sifat dari seorang Nike Ardilla sehingga nama akhirnya menjadi nama akhir pula untuk saya.

Lala adalah nama panggilan saya. Diambil dari suku pertama dan suku terakhir dari nama lengkap saya. LAura YuliardhilLA. Jadi nama panggilan ini adalah singkatan dari nama saya. Terlebih lagi kata Papa saya, di tahun 90-an jarang sekali ada orang yang bernama Lala. Sehingga Lala SAH menjadi nama panggilan saya.

Sebetulnya artikel ini saya tulis karena banyak teman yang bertanya tentang arti nama saya. Juga karena saya sedang iseng memperkenalkan diri sebab ini adalah artikel yang pertama saya tulis. Juga karena sense of ke-GAK-penting-an yang ada pada artikel ini yang saya inginkan untuk anda baca(:D). Se-GAK-penting-nya tentang nama saya ini bagi anda, saya hanya ingin memberitahukan kepada dunia bahwa: SAYA ADA dan inilah arti nama yang sangat cantik, telah diberikan oleh orang tua saya tercinta….

Nama sangat berarti dan apapun nama anda, berterima kasihlah kepada orang yang telah memberikan anda nama dengan menjadi apa yang diharapkannya.

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s