Belajar Bersyukur dari Sebuah Nilai Ujian

Standard

“Pak, tolong lah pak naikkan nilai saya. Yang salah dari jawaban saya ini kan hanya 10^6 dari frekuensi yang seharusnya. Kalau full point 15, kenapa saya hanya diberi 5 Pak?”

“Ayolah Pak, tambah nilainya ini….”

Teman – teman saya ini ceritanya mengais – ais belas kasihan dari dosen saya yang terkenal “pelit” untuk memberi nilai. Saya hanya pasrah saja karena nilai saya juga pas – pas an, malah jauh di bawah mereka. Dari 100% mahasiswa, mungkin hanya 20% yang mendapatkan nilai di atas 60. Dan mereka salah satunya.

Tanpa menyinggung masalah munafik, sebenarnya setiap pribadi manusia itu egois. Ingin didahulukan. Ingin menang. Ingin mendapatkan nilai sempurna. Dan segala keinginan – keinginan lainnya. Termasuk masalah nilai ujian. Pernah tidak kita merasa egois?

  1. Menyontek misalnya. Bukankah dengan menyontek kita seperti mencuri jawaban dari orang lain untuk kepentingan nilai ujian kita? Egois bukan?
  2. (Khusus untuk anda yang sedang belajar di Jurusan Teknik) Pernah berpikir bahwa ketelitian itu adalah juara satu dalam urusan ujian? Coba bayangkan jika seorang engineer sipil membuat jembatan, tetapi tidak teliti dalam menghitung titik berat dsb, anda bisa tebak sendiri kan, apa yang akan terjadi pada jembatan itu? Dengan kenyataan yang seperti ini, masihkah anda meminta nilai “tolerir” kepada dosen anda dari sebuah -ketidaktelitian- agar nilai ujian anda membaik? Egois bukan?
  3. Jika suatu saat anda menolak untuk mengajari teman anda yang kesulitan hanya karena ingin agar ilmu tersebut tak terbagi sehingga hanya anda yang dapat menjawab soal tersebut jika keluar saat ujian, maka itu egois bukan?
  4. Anda lebih mementingkan kepentingan anda (yang sebetulnya tidak terlalu penting) daripada menghadiri kerja kelompok agar tugas besar dapat dikumpulkan tepat pada waktunya. Keesokan harinya anda mendapati tugas tersebut telah selesai, lalu anda mendapatkan (*kecipratan) nilai dari kerja keras teman sekelompok anda (yang bahkan anda tidak menanyakan sama sekali progress tugas tersebut). Egois bukan?
  5. Anda meminta teman anda yang pandai di kelas untuk mengerjakan soal di papan tulis lalu anda yang maju ke depan untuk menjawab soal tersebut agar anda mendapatkan nilai keaktifan di kelas. Egois bukan?
  6. dll.

Kalau menurut saya, ada nilai “moral” yang tersimpan di setiap nilai ujian yang kita dapatkan. Jika kita merasa bisa akan tetapi nilai kita hanya 50 dalam skala 100 misalnya, itu artinya masih ada yang perlu di perbaiki, mulai dari tahap pemahaman soal hingga masalah ketelitian. Belajar di kampus itu bukan hanya belajar untuk memahami materi. Pun pula belajar untuk menjadi “sebenar- benarnya” mahasiswa. Jika mahasiswa kedokteran, ya belajar untuk menjadi dokter yang ahli, teliti, hati – hati. Kalau mahasiswa teknik, belajar untuk menjadi teknisi yang dapat menghitung secara cermat, akurat. Jika mahasiwa sosial, belajar untuk menghafal, memahami, dan mengeksplorasi segala keadaan sosial misalnya. Begitupula untuk mahasiswa politik, matematika, fisika, dan yang lainnya….

Lagipula, sebetulnya masih banyak teman – teman kita yang harus menerima kenyataan pahit tentang hasil ujian mereka. Masih banyak orang yang hidup di bawah batas ambang “kelulusan”. Ketika kita meminta lebih untuk sebuah nilai, alangkah baiknya kita pikirkan dulu apakah berhak kita mendapatkan nilai itu? Kalau kita tidak teliti, maka terimalah rasa itu dan mulai memperbaiki keadaan di ujian selanjutnya.

Nilai yang didapatkan dari suatu kerja keras dan kejujuran tidak akan pernah berkata dan mengajarkan sebuah kebohongan. Jika kita kurang teliti, maka dia yang mengingatkan. Jika kita kurang belajar, maka ia pula yang mengingatkan. Kita seharusnya bersyukur terhadap segala nilai yang kita dapatkan. Dan belajar dari segala apa yang diajarkan oleh angka – angka pada nilai kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s