It’s Really Hard To Be A Woman

Standard

Diciptakan alam pria dan wanita
Dua makhluk dalam asuhan dewata
Ditakdirkan bahwa pria berkuasa
Adapun wanita lemah lembut manja

Wanita dijajah pria sejak dulu
Dijadikan perhiasan sangkar madu
Namun ada kala pria tak berdaya
Tekuk lutut di sudut kerling wanita

— Ismail Marzuki [Sabda Alam]

Salah satu dosen saya pernah bercerita tentang perbedaan Wanita dan Perempuan. Pada saat itu bapak dosen berkata, “Perempuan berasal dari kata empu, lalu disingkat menjadi puan,Β  yang berarti tuan,Β  sehingga sudah sepatutnyalah seorang perempuan dihormati dan dihargai seperti seorang tuan.” Lalu timbullah sebuah pertanyaan, “Apakah sebegitu tinggikah derajat kaum perempuan sehingga dalam segi bahasa pun ia yang paling dihormati daripada laki – laki?”

Di salah satu surat dalam Al-Quran pun disebutkan : “Maka berkatalah ratu semut….” Pertanyaannya, mengapa harus Ratu Semut? Mengapa bukan Raja Semut? Mengapa Al-Quran lebih mementingkan Ratu Semut daripada Sang Raja Semut? Mengapa harus betina?

Berbagai macam pertanyaan berkembang tentang masalah perempuan, wanita, atau secara umum dalam bahasa biologis sebagai betina. Apa yang membuatnya begitu berbeda?

Kartini, sebagai salah satu tokoh pejuang kaum wanita di Indonesia adalah salah satu perempuan tangguh yang bahkan tidak pernah takut atas pemikiran – pemikirannya yang bebas dari kukungan adat pada saat itu untuk terus dan selalu memperjuangkan hak – hak wanita. Karena perjuangan Kartini, maka hingga saat ini wanita dapat mengenyam pendidikan, bebas “memilih” tanpa harus terpaksa untuk selalu” dipilih” dan menjadi seseorang yang tangguh tanpa melupakan hakikatnya sebagai makhluk Tuhan yang lemah lembut.

Para Kartini di abad ke – 20 selain harus tetap mempertahankan sosoknya sebagai seorang wanita, pun juga harus menciptakan ide – ide briliant dalam pekerjaan, bersikap anggun, berpenampilan menarik sebagai cirinya dan menjadi sosok ibu yang baik untuk anak – anaknya.


[picture: taken from a friend’s]

Papa saya pernah berkata kepada saya, “Nduk, Jadilah seorang wanita yang tidak pernah menggantungkan diri pada siapapun. Gantungkan nasibmu di atas kaki dan tanganmu sendiri. Jadilah seorang wanita yang mandiri dan selalu percaya diri. Jadilah wanita yang pintar, yang mampu menggenggam dunia dengan ilmu pengetahuan. Suatu saat ketika kamu sudah menjadi seorang istri nduk, layanilah suamimu dengan baik, cintailah ia dengan kelembutan dan kasih sayang.”

It’s really hard to be a woman, right?

dedicated for all of Indonesian woman, how beautiful they are with some complicated maters that must be done for being a wonderful woman ever. (21th April-Happy Kartini’s day…. :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s