Sebuket Cinta Untuk Sahabatku

Standard

“Lala dimana? Udh otw blm? (Message : TENada <+62856xxxx> Date 27-04-2012 Time: 21:31)
Kupercepat langkahku yang hampir gontai karena kakiku tidak bisa diajak berkompromi. Penyakit lama muncul lagi. Aku hanya tersenyum sambil melihat lututku,”Kebahagiaan sahabatku tidak ada artinya jika disandingkan dengan penyakit ini”

Nama salah satu sahabat, dari 6 orang yang ada, itu bernama Pratiwi Budi Enggar Kusumaningrum. Kami berlima ingin sekali memberikan kejutan kepadanya di hari Ulang Tahunnya pada tanggal 25 April 2012. Agar tidak ketahuan, maka kami merayakannya di tanggal 27 April 2012 karena kemarin hujan lebat. Monika Suherman, salah satu sahabat yang lain, pun ulang tahun di hari sebelum Tiwi, 22 April 2012. Momon, panggilannya. Ia tidak tahu sama sekali bahwa sebenarnya kami pun memberikan kejutan di hari yang sama. Jadi seakan – akan Momon memberikan kejutan untuk Tiwi, padahal sebetulnya ia juga sedang “dikerjai”

“Jadi gini La, kamu, Momon, sama Dewi ntar di depan kamar Tiwi bawa lilin ini trus nyanyi Happy Birthday sampe selesai. Nah, ntr Tiwi penasaran tuh kok nggak ada kuenya? Padahal ntr Nada yang bawa kuenya. Oke La?”
Sebuah lilin parafin putih sepanjang 20 cm sekarang aku genggam. Panas apinya melelehkan pelan – pelan parafin yang ada dan jatuh di tanah.

Nada memegang erat roti bundar itu dengan kedua tangannya. Roti itu dibeli Dina sehari yang lalu. Sayang sekali Dina tidak bisa menikmati bersama – sama roti coklat manis lembut itu karena orang tuanya sedang di Bandung. Dina menemani mereka.

Happy Birthday to You…. Happy Birthday to You…. Happy Birthday, happy birthday, happy birthday to Tiwi….

“Tiw, tiup lilinnya Tiw. Maaf ya nggak ada kue”,kata Momon sambil tersenyum.
Tiwi yang kaget sambil tertawa, lalu matanya tiba – tiba teralihkan akan suatu bayangan di balik tangga.
“Eh, sebentar, ada yang kurang. Itu siapa? Dina ya?”
“Bukan Tiw, kan Dina nggak bisa datang, ada orang tuanya di kontrakan.”
“Nada berarti!”

Nada keluar dengan membawa sebuah roti bertuliskan “Prat, Mo2n” , di atas coklat jago yang sudah susahΒ  payah diukir Nada dan Dewi di Laboratorium Rangkaian Listrik dengan menggunakan resistor! Entah karena kami mahasiswi Elektro jadinya mereka sengaja melakukan itu atau seperti apa keadaannya, aku tidak tahu. Yang jelas, di akhir pesta kejutan, Nada bercerita bahwa itu adalah suatu ketidaksengajaan karena tidak ada alat lagi yang bisa digunakan untuk mengukir. Okelah, fine enough for the writing. Tapi tidak, jika untuk dimakanπŸ˜€

“Happy Birthday juga buat Momoooonnnnn!!!!” Nada dan Dewi berteriak.
Momon kaget? Jelas!

Selamat ulang tahun sahabatku, Tiwi dan Momon. Semoga Allah selalu melindungimu. Semoga panjang umur, sehat selalu, banyak rejeki.πŸ™‚ Semoga selalu diliputi kebahagiaan dalam hidupmu. Semoga kehidupanmu selalu dikelilingi oleh banyak cinta. Dan semoga, kebahagiaan persahabatan kita akan tetap utuh terjaga selamanya…. Love you as always.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s