Piano GSG Dikunci!

Standard

Ceritanya hari ini jalan – jalan. Sudah seminggu ini KP, libur di hari Sabtu dan Minggu dihabiskan di DayeuhKolot karena “mencicil” tugas akhir. Karena kepala yang lagibuthek , entah pusing mikirin apa, hahaha, jadi saya putuskan untuk pergi ke Gedung Serbaguna IT Telkom untuk main grand piano. Sudah lama tidak pernah main di GSG karena setiap kali ke sana selalu dipake pianonya. Saya pikir, jika di hari libur kampus seperti ini, pasti tidak ada yang main piano. Saya ambil dua buku partitur piano saya lalu melangkahkan kaki saya menuju GSG dengan semangat.

Sesampainya di GSG, langsung lemes. Membaca selembar kertas yang ditempel di atas grand piano dengan rapih.

Obyek yang diinginkan malah “dikunci”.

Nah, bagi anda mahasiswa IT Telkom yang ingin main grand piano, ada informasi baru nih. Grand piano GSG sekarang tidak bisa digunakan lagi seenak hati. Bagi yang mau main, harus bertanggung jawab. Cara pinjam kunci piano gampang, tinggal ke gedung D lantai 1, menemui satpam yang menjaga di sebelah pintu, bilang saja mau pinjam kunci piano, lalu satpam itu akan memberikan lembar daftar peminjaman yang wajib diisi nama dan tanda tangan, tanggal peminjaman dan kunci yang dipinjam. Setelah selesai mengisi form-nya, KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) kita serahkan sementara kepada satpam sebagai jaminan bahwa kunci akan kembali. Jadi, kalau sudah selesai main piano, ketika mengembalikan kunci, seketika itu juga KTM akan dikembalikan.

Sepertinya saya adalah orang pertama yang mendapatkan aksi “piano dikunci” ini. Pasalnya, ketika saya menemui satu – satunya satpam yang berjaga di gedung D lantai 1, bapaknya malah baru tahu kalau piano dikunci. Dan bapaknya tidak tahu letak kunci itu dimana. Untung saja saat diperjalanan ketika ingin bertanya pada OB GSG, saya bertemu dengan bapak – bapak bagian peminjaman GSG. Akhirnya bapak itu menunjukkan kunci yang dimaksud dan memberikan arahan kepada satpam yang bersangkutan.

Karena penasaran, saya bertanya pada bapak tersebut perihal mengapa piano dikunci. Kata bapaknya, selama ini yang menggunakan piano GSG tidak menggunakannya dengan tanggung jawab. Pedal rusak, engsel rusak, tuts rusak. Walhasil mulailah diberlakukan peraturan ini. Kata bapaknya, “Jika meminjam, maka perlu dirawat bersama – sama. Karena dipakai pun bersama – sama”.Β  Saya mengamini setiap ucapan bapak tersebut. Pasalnya sudah jelas, saya pun sebal sekali ketika ada yang bermain piano di GSG asal – asalan. Entah sudah diapakan saja piano tanpa dosa tersebut.

Jika meminjam sesuatu, maka bertanggung jawab-lah. Tidak suka kan kalau barang sendiri dipinjam orang lain lalu dikembalikan dalam keadaan rusak? Demikian pula perasaan orang lain tersebut terhadapmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s