Berlibur Sambil Belajar di Puspa Iptek

Standard

Pada hari Minggu kuturut ayah ke kota

Naik delman istimewa kududuk di muka

Kududuk samping Pak Kusir yang sedang bekerja

Mengendarai kuda supaya baik jalannya

Hai! Tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk

Tuk tik tak tik tuk tik tak suara sepatu kuda

Lagu naik delman ini menggema lirih di dalam hati. Pasalnya hari Minggu, 25 Juni 2012 sangat istimewa. Saya, Anna (seorang sahabat), dan Mbak Gita (kakak mentoring) telah berniat dalam hati ingin sekali mengunjungi Puspa Iptek yang terletak pada Jalan Raya Padalarang No.427 Padalarang –  Kabupaten Bandung Barat. Ternyata jalan yang ingin ditempuh agar sampai di sana sangat berat sekali. Berat? Pasalnya kami memakan waktu 2 jam, hanya berputar – putar di jalan. Dari perempatan jalan soekarno-hatta seharusnya kami belok ke kiri (jika dari IT TELKOM). Sedangkan yang kami lakukan adalah berjalan ke arah kanan. Walhasil, kami akhirnya “benar – benar jalan – jalan”. Tapi seru, karena impian puter – puter Bandung terlaksana juga. Walaupun terlaksananya karena “tersesat” di jalan. Hahahaha. Sepanjang perjalanan banyak sekali terpana (*dilema mahasiswa Bandung yang tidak pernah jalan – jalan di Bandung). “Wah, ternyata ada pawai delman….” “Wah, ternyata ada ya Cimahi Mall [#Kalo disingkat jadi Ci-Mall (makanan ringan dari bandung, red) kali ya, heh?] “Oh, ini toh PT LEN….” Dan segala macam Wah, Oh, lainnya.

Puspa Iptek merupakan kepanjangan dari Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Bisa dibilang, semacam museum, akan tetapi isinya semua alat peraga IPTEK. Kita bisa belajar banyak. Mulai dari belajar hukum Archimedes, Hukum Ohm, Teori Probabilitas, Matematika, berbagai macam tipuan mata, bahkan sampai membuktikan kepercayaan Cina kuno, jika bisa membuat air dalam baskom menjadi air mancur, maka impian dapat tercapai (percobaan gaya gesek).

Wah, setengah badan saya yang lain kemana??????

Ini dia simulasi petir, kalo difoto seperti ini tidak terlihat kedahsyatannya (#agak lebay)

Bahkan simulasi gempa dan tsunami di Aceh pun ada. Dengan getaran yang sama, wuidih, ngeriiiii.

Dan yang paling penting, akhirnya saya sudah tahu tentang jam matahari yang kata orang – orang terbesar se-Asia Tenggara ini. Takjub juga, karena hasilnya mirip dengan jam tangan saya.

Bayangan dari bangunan Puspa Iptek ini menjadi jarum penunjuk. Kalau diperhatikan dari foto di atas, terlihat bahwa jarum hampir menuju tepat di angka 2. Saat mengambil gambar ini, saya lihat pada jam tangan saya, waktu menunjukkan pukul 13.56. Empat menit lagi menuju pukul 2. Artinya tepat kan? Sedangkan garis horizontal menunjukkan tanggal. Di ujung tertulis tanggal 21 Juni. Karena di sini tanggal hanyalah rentang waktu, tanggal 25 Juni kemarin masih dalam rentang waktu 21 Juni.

Kalau liburan seperti hari Minggu kemarin, pengunjung kebanyakan anak – anak SMP, SMA. Harga tiket masuk Rp 12.000,00

Selain melihat alat peraganya sendiri, menikmati pemandangan dari Puspa Iptek juga indah.

Puspa Iptek bisa jadi alternatif tempat liburan sambil belajar bagi anda yang sedang di Bandung, untuk melepaskan sejenak hiruk pikuk kota yang selama ini dirasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s