Lelaki yang Aku Cintai [mY BirthDay#Part1]

Standard

Dia bukan seorang model, yang dicinta karena keelokan rupa dan perawakannya.
Bukan seorang akademisi, yang dicinta karena kedahsyatan pemikirannya.
Bukan seorang hartawan, yang dicinta karena memiliki harta yang beraneka rupa.
Bukan pula seorang raja, yang dicinta karena memiliki tahta

Karena dia adalah sederhana, dia apa adanya. Dia hanya satu yang ada di dunia ini, yangย  akan tetap selalu bersamaku, walaupun beberapa kali aku sadari : telah banyak mengecewakannya.
Dia selalu memujiku setiap saat di sms-nya : “Iya, anak manis”.
Dia selalu berkata, “Jangan takut, Tuhan akan selalu bersamamu”
Dia selalu mengingatkan, “Hati – hati di jalan, jangan mudah percaya dengan perkataan orang lain. Berpikirlah kritis. Ingat selalu Keselamatan dan Kesehatan.

Dia membuatku percaya bahwa, di dunia ini apa saja bisa terjadi, asalkan selalu berdoa dan berusaha.
Keyakinan yang keluar dari diri sendiri lebih menguatkan daripada harapan dari orang lain.
Tidak semua orang bisa dipercaya, akan tetapi aku akan selalu yakin bahwa aku selalu bisa mempercayainya.
Dia selalu bertanya – tanya, mengapa orang harus berlebihan, beli ini beli itu? Mengapa orang selalu beranggapan bahwa setiap orang yang keluar dari mobil itu pastilah orang tampan? Ketampanan mengapa harus disandingkan dengan materi yang lebih? Toh, siapa tahu itu hanya mobil pinjaman?
Mengapa orang harus iri satu sama lain? Penderitaan bagi mereka merupakan sebuah kesenangan yang tiada tara. Jika ingin bersyukur, melihatlah ke bawah, bukan ke atas!

3 tahun yang lalu, seorang teman sekamar di asrama selalu bertanya – tanya. “La, barusan telepon siapa? Lama amat. Udah satu jam boo, apa nggak panas itu kuping? Pacaran ya?

Dengan senyum aku menjawabnya, “Iya, pacarku yang satu ini memang spesial. Dia PAPA-ku”

2 hari yang lalu, Papa berulang tahun ke-67. 3 kali lipat dari umurku. Dia sudah tahu kehidupan 3 kali lipat dari apa yang aku tahu. Terima kasih Papa, atas segala kasih sayang yang tak pernah terukur, yang selalu kau berikan, tanpa kuminta. Aku bersyukur, ketika teman – teman yang lain hanya menelepon Papa-nya sekitar 5 menit bahkan itu hanya untuk menanyakan uang bulanan masih ada atau belum, Papaku selalu bertanya bagaimana kabarku. Mendengar kabar anaknya di seberang baik saja, sudah menentramkan hatinya. How’s your day? Apa kesulitanmu? Kita akan angkat kesedihan itu bersama – sama. Apa kebahagiaanmu? Kita akan berbahagia dan tertawa bersama – sama. Papa bukan hanya seseorang yang melengkapi hidupku, yang tanpanya aku tak terlahir di dunia, akan tetapi juga seorang cinta, sahabat, sekaligus motivator ulung yang selalu dan selalu memahamiku dan menjagaku.

Happy birthday for us, Papa. Cuma terpaut 2 hari, tanggal 21 dan 23. Mungkin karena itu kita punya tabiat yang sama sehingga bisa memahami satu sama lain begitu dekatnya? Entahlah, yang jelas aku tidak pernah meminta Tuhan untuk terlahir berdekatan dengan ulang tahun Papa. Tanggal berapa pun ulang tahunku, aku pasti akan selalu bersyukur atas kasih sayang yang ada di antara kita.

Semoga Tuhan selalu membarokahi segala perjalan hidup kita. Semoga Tuhan selalu menjaga ikatan kuat pertalian kasih sayang di antara kita. Semoga cinta dan kebahagiaan selalu mengelilingi kita. Amin.

Dedicated for my beloved Papa, who always love me.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s