Selamat Datang Semester Baru

Standard

Pada tanggal 4 hingga 5 September kemarin, sosialisasi kurikulum baru Institut Teknologi Telkom telah selesai dilaksanakan. Itu artinya, semester baru telah memanggil….

Kata orang, setiap kali kita menarik napas, setiap itu pula kita belajar. Belajar akan apa saja. Tapi ya yang namanya manusia, saya akui, adakalanya saya tidak menyadari (bahkan) mungkin tidak berminat untuk menyadari tentang apa – apa yang telah saya lakukan bisa diambil pelajarannya, khususnya pelajaran hidup. Akan tetapi semester kemarin begitu berbeda. Sepertinya Tuhan begitu baiknya kepada saya, sehingga segala pilihan, pernyataan, bahkan perkataan dari orang lain, serasa hikmah yang mengalir ke pikiran saya.

Pelajaran pertama: kita tidak bisa percaya kepada siapapun, kecuali Tuhan.Β  Segala hal yang kita tidak tahu, jangan serta merta, secara mentah – mentah langsung ditelan begitu saja. Segala hal, dari hal yang remeh temeh, misal gosip dari teman, hingga hal yang paling krusial seperti nasehat dari orang tua atau statement keagamaan harus kita netralisir dahulu sebelumΒ  masuk ke dalam pikiran kita. Dasar pernyataan perlu dipertanyakan di awal. Semua orang bisa jadi punya salah, bahkan kedua orang tua kita. Akan tetapi, Tuhan tidak pernah salah. Jika kita percaya kepada-Nya, kita tidak akan pernah tersesat. Bagaimana cara tahu bahwa Tuhan sedang membimbing kita, dimana pernyataan seorang kyai sekalipun bisa jadi kita sangsikan? Jawabannya: baca Kitab. Tuhan telah berkata secara langsung melalui kitab-Nya. Kita hanya perlu membacanya.

Pelajaran kedua: Di atas langit masih ada langit, NO SOMBONG. Saya kemarin bertanya – tanya. Kok ada ya, teman saya yang pinter tapi kok perasaan IP nya biasa – biasa aja? Atau malah: perasaan dia biasa – biasa aja di kelas, tapi IPnya cumlaude. Saya lumayan banyak berinterasi dengan mereka, dan setidaknya saya bisa menyimpulkan seperti ini: teman saya yang pinter tadi, pada mata kuliah tertentu selalu “merendahkan” dosen dan seakan – akan merasa bahwa dirinya yang paling tahu, atau jika ditanyai oleh orang – orang tertentu, malah merendahkan orang – orang tersebut, walaupun mungkin maksudnya hanya bercanda, akan tetapi bisa jadi orang yang diajak bercanda tadi tidak merasa bahwa itu adalah bahan tertawaan. Who knows? Nah, sedangkan teman saya yang cumlaude tadi, jika kita bertanya selalu dijawab dengan senang hati, selalu menjaga sholatnya, ikhlas hati dalam membantu seseorang, baik hati terhadap teman – temannya. Saya malah kadang berpikir, seandainya teman saya yang sombong tadi IPnya cumlaude, nah, apa jadi? Sepertinya Tuhan sudah memperhitungkan ini.

Pelajaran ketiga: Anything is no long lasting. Kalau misalkan ditanya: nilai saya seperti apa? Yah, nilai saya cukup lah membuat saya berkaca dengan apa – apa yang telah saya lakukan di semester ini, seperti merepotkan orang lain dalam tugas besar, hahahaha, sehingga nilai jeblok dari semester kemarin pun menjadi pelajaran bagi saya. Jika ingin sesuatu bertahan lama, maka ingat, effort untuk bertahan dengan hasil yang sama lebih berat daripada mencapainya.

Pelajaran keempat: Ilmu itu banyak, maka dapatkan sebanyak – banyaknya dan sebarkan pula sebanyak – banyaknya. Ada seseorang yang saya kenal, sangat senang sekali jika ditanya oleh teman – temannya. Dari pertanyaan ilmiah hingga hal – hal remeh temeh pelengkap obrolan seperti komentar terhadap makanan dijawabnya dengan penjelasan yang sangat komplit. Ilmunya banyak? Jelas. Dengan membagikan ilmu seperti itu, tak jarang pula orang yang diberi penjelasan juga tak segan – segan memberikan ilmu kepadanya. Jadi, ilmunya makin banyak.

Pelajaran kelima: No human will satisfied, with all of they done. Just be better and get challenge for a better life. Mungkin ada yang merasa kehidupan sudah sangat sempurnanya sehingga tidak ada lagi passion yang terasa? Jika anda merasa seperti itu, maka cobalah untuk membuat kehidupan semakin baik dengan menantang diri sendiri. Cobalah sesuatu yang belum pernah anda lakukan. Cobalah untuk mengambil resiko yang bahkan pikiran anda berkata “it’s impossible”. Dont worry, just do it! You will make everything possible.

Terima kasih Tuhan, telah memberikan saya banyak pelajaran yang berharga di semester dan bahkan, kehidupan yang lalu, untuk menyambut kehidupan yang baik, untuk esok dan seterusnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s