Dedication Page [MyUThesis#5]

Standard

Ini adalah lembar persembahan yang saya tulis di Tugas Akhir saya. Awalnya saya berfikir, ini sederhana. Ini adalah pernyataan yang pernah Papa bilang saat telepon. Tapi ternyata, tulisan ini telah membuat 2 orang yang langsung membacanya, menangis. Well, bagaimana dengan anda?

Suatu saat di penghujung hidup Papa nanti, mungkin Papa tidak bisa mewariskan harta yang melimpah ruah untuk kamu nduk. Mungkin, Papa nggak bisa belikan sawah yang berhektar – hektar untukmu. Mungkin, Papa nggak bisa belikan rumah yang sangat besar buat kamu. Papa mungkin juga gak bisa belikan mobil yang banyak buat kamu. Dan mungkin juga papa nggak bisa memberikan perlindungan untukmu lagi. Akan tetapi, ada satu hal yang Papa akan selalu berikan untukmu nduk. Kamu akan Papa beri ilmu nduk. Papa akan menyekolahkan kamu setinggi  – tingginya. Ilmu tidak akan pernah hilang. Ilmu akan menyelamatkan kamu di dunia ini, dari kekurangan dan segala ketakutan. Mulai sekarang hingga di penghujung hidupmu kelak, ilmu tidak akan pernah meninggalkanmu. Hanya ilmu…. Hanya ilmu yang bisa Papa berikan untukmu nduk.

Jangan pernah takut dengan apapun yang ada di dunia ini! Hanya kepada Allahlah kamu musti takut. Hadapi semua kesulitan! Karena semua kesulitan bukanlah hambatan, melainkan tantangan. Hadapi dengan senyuman dan semangat! Papa akan selalu berdoa, setiap hari dan setiap saat, setelah Papa bangun dari tidur, sebelum makan, bahkan saat berolahraga Papa mendoakanmu. Jangan pernah meminta dan takut Papa tidak mendoakan, karena tanpa dipinta pun, Papa akan selalu mendoakanmu. Papa akan selalu berdoa untuk kesuksesanmu nduk. Kebahagiaanmu di dunia dan di akhirat kelak…. “

(-perkataan Papa di telepon, yang selalu kuingat-)

 

Terima kasih Papa yang selalu dan selalu memberikan dorongan spirit untukku. Terima kasih Mama karena (secara implisit) telah mencontohkan kepadaku bagaimana selayaknya perempuan menjadi orang yang ahli di bidangnya ketika berada di puncak kepemimpinan. Terima kasih Mas Aan yang diam – diam mengkhawatirkanku dan selalu bertanya bagaimana kuliahku. Dan terima kasih Mbak Retta, sebagai saudara, sahabat, bahkan guru, untuk berbagi kesedihan, kegembiraan, dan ilmu.

This undergraduated thesis is dedicated to my beloved sweet family….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s