Sidang Saya

Standard

Wewww,, akhirnya setelah beberapa lama tidak pernah menulis blog karena saking sibuk tidurnyaaaa…. Hahahaha. Well, karena lagi banyak teman – teman IT Telkom yang sedang melaksanakan sidang tugas akhir, akhirnya saya ingin berbagi tentang sidang tugas akhir saya pada tanggal 13 Februari 2013 lalu, serta bagaimana persiapan menjelang itu semua.

Tugas akhir saya berjudul “Prototype Design of Sorting Food Packaging Plastic Types Using Backpropagation Artificial Neural Network”. Buku tugas akhir ini saya tulis dalam bahasa inggris karena tugas akhir saya ini merupakan penelitian awal di Indonesia tentang penyortiran chemical molekul plastik berdasarkan atas cahaya input yang dibiaskan. Pada akhirnya saya berharap tugas akhir ini bisa dipakai referensi hingga ke luar negeri karena baru penelitian awal yang perlu dikembangkan, maka dari itu saya tulis semua dalam bahasa inggris.

Ide dari pembuatan tugas akhir ini adalah, saya ingin agar tugas akhir saya dapat diimplementasikan ke dalam kehidupan masyarakat. Saya berkuliah di Bandung. Saya melihat bahwa masyarakat Bandung masih susah berkutat dengan sampah. Nah, akhirnya saya berpikir mengapa tidak membuat mesin pemilah sampah otomatis sehingga pada akhirnya pengolahan sampah dapat secara cepat ditangani dalam skala besar?

cover

Bagi teman – teman yang masih atau mau mengerjakan tugas akhir, saran saya : buatlah deadline dalam perkembangan tugas akhir anda. Sebagai contoh, saat mengerjakan tugas akhir, saya sadar bahwa tugas akhir saya terdiri atas 20% hardware, 80% software (karena saya Teknik Elektro) jadi dalam pembuatan hardware saya beri deadline sebanyak 1 minggu. Sehingga jujur saja, mungkin memang agak preasure banget ngerjainnya, tapi gara – gara deadline tadi, saya nyantai banget menjelang pelaksanaan sidang. Pembuatan software saya lakukan selama 3 minggu. Software yang saya gunakan adalah matlab. 1 minggu untuk pembuatan code image processing, 1 minggu untuk pembuatan code ekstraksi ciri, dan 1 minggu terakhir untuk pembuatan code jaringan syaraf tiruannya. Jadi intinya, untuk pembuatan main tugas akhir saya lakukan selama 1 bulan, dengan catatan adanya deadline setiap minggu. Sebelum pembuatan main, saya belajar tentang image processing , ekstraksi ciri, jaringan syaraf tiruan (JST), plastik dan sebagainya selama 1 bulan. Dalam belajar itupun saya terapkan deadline. Misalnya minggu pertama belajar tentang image processing, minggu kedua tentang ekstraksi ciri, dst. Terima kasih juga kepada pembimbing saya Pak Porman Pangaribuan dan Pak Suryo Adhi Wibowo yang juga strict banget masalah deadline. Hehehehe.πŸ˜€ Jadi mau nggak mau, mahasiswa bimbingannya juga termotivasi buat memenuhi deadline tersebut.

Yang memakan banyak waktu sebenarnya waktu pengujian. Karena lebih dari 500 gambar yang saya teliti, jadi selain kesabaran, juga perlu trik untuk mengakali program yang dapat melakukan eksekusi berulang – ulang terhadap gambar yang banyak tadi. Terima kasih banget buat teman saya Ahmad Faruq yang mau mengajari tentang hal ini.πŸ™‚ Di tengah – tengah melakukan percobaan, kaget karena dosbim saya meminta untuk mengganti program JST-nya dengan program yang lebih panjang daripada mengambil fungsi dari matlab. Karena JST saya menggunakan Backpropagation yang maks 3 layer, sempat kebingungan juga bikin program backprop nya karena di buku – buku hanya mencantumkan program untuk 1 layer. Walhasil, dilema pun terjadi. Di satu sisi program ini yang paling gampang menjelaskan jika ditanyai penguji saat sidang, tapi di sisi lain, akurasinya hanya menghasilkan 20% maksimal, padahal kalau pakai fungsi matlab bisa sampai 90%. Setelah berpusing – pusing ria, akhirnya diputuskan untuk kembali ke program awal. Jadi saya harus melakukan pengujian ulang lagi! Fiuh. Di sini lah kesabaran emang harus diuji. Belum lagi masalah peletakkan plastik di dalam black box untuk mengambil data awal juga jadi masalah. Karena jika geser sedikit saja, cahaya yang dibiaskan memiliki histogram yang berbeda. Cobaan batin banget lah pokoknya.

Saat sidang pun tiba. Saya dibantu oleh Mbak saya, Mbak Retta yang jauh – jauh datang dengan menyamar menjadi mahasiswa IT Telkom berseragam putih biruπŸ˜€ , pagi – pagi sudah mempersiapkan ruang sidang dengan baik. Bahkan mbak Retta iseng menyalakan lagu “When You Tell Me That You Love Me, Diana Rose – Westlife” dan “The End of The World, Skeeter Davis” diΒ  Windows Media Player saya. Sempat ragu karena tidak ada di sejarah IT Telkom yang mahasiswa mau sidang tapi malah menyalakan lagu terlebih dahulu sembari menunggu dosen penguji datang. Ckckckck. Tapi, terbukti! Para penonton sidang dan dosen penguji saya malah terkesan lebih santai ketika masuk ruangan. Terima kasih Mbak Retta atas ide gila ini.πŸ™‚ Saya melaksanakan presentasi sidang dalam bahasa Inggris, karena buku tugas akhir saya dalam bahasa inggris. Sedangkan semua pertanyaan dalam bahasa Indonesia. Penonton sidang sedikit, hanya sekitar 10 orang, karena ruangan sidang saya saat itu di Ruang sidang B Gedung N Fakultas Elko, yang sempit sekali. Penguji saya 1 orang professor, 1 orang doktor Jepang, 1 orang Kaprodi D3 Telekomunikasi. Brrrrr, karena mendengar kesan dari kakak kelas yang begitu dahsyatnya mereka bertiga, jujur saja saya sempat deg deg an. Tapi ketika saat sidang, mereka ternyata santai, pertanyaannya jelas berbeda dengan dosen – dosen penguji sidang yang berlatar belakang pendidikan S2. Mereka mengedepankan teori dan bagaimana nantinya penerapan di lapangan. Berdasarkan atas pengalaman saya menonton sidang teman – teman yang diuji oleh mereka yang S2, pertanyaannya lebih menjatuhkan, selalu mencari – cari kesalahan, dan ditanyai program.

Kalau penguji saya, dari pertanyaan – pertanyaan mereka sudah jelas, mereka ingin mengetahui seberapa dalam teori dan pengetahuan tentang tugas akhir saya. Sehingga jika saya salah mengucapkan dan menjelaskan teori, matilah saya.

35505_10200129800201111_1590231257_n

Tapi saya selalu ingat kata Allah bahwa: Setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Gara – gara cobaan yang bertubi – tubi itu saat pembuatan tugas akhir, akhirnya sidang saya lancar jaya.πŸ™‚ Pelaksanaan sidang sudah seperti curhat saja. Apa – apa yang saya ketahui di buku, percobaan, saya jelaskan semuanya. Segala bukti teori tentang image processing dan jaringan syaraf tiruan Alhamdulillah dapat saya jelaskan kepada penguji. Itu semua juga karena saat prasidang dengan dosbim kedua saya, saya ditanyai lebih tentang teori dan akhirnya saya mengetahui kedahsyatan pembelajaran selama 1 bulan di awal sebelum mengerjakan main tugas akhir saya.

Alhamdulillah, saya dapat predikat Tugas Akhir terbaik untuk Program Studi S1 Teknik Elektro IT Telkom periode April 2013. Banyak orang yang membantu saya dalam pelaksanaan tugas akhir ini, sehingga bisa dibilang bahwa penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk semua orang yang telah membantu saya dalam pengerjaan tugas akhir ini. Tidak mungkin saya bisa sendiri tanpa kehadiran mereka yang membantu saya.

Bagi teman – teman yang mau sidang, jangan takut jika penguji kalian sekelas profesor ataupun doktor. Malah bersyukurlah. Mereka tahu mana pertanyaan sekelas S1, S2 atau S3. Mereka tidak akan memberikan pertanyaan lebih daripada kemampuan kalian. Enjoy the moment. Saya tidak berkata jangan nerveous. Karena pasti, semua orang nervous ketika akan sidang. Tapi yang jelas, just enjoy the moment! Sekali seumur hidup sidang S1. Maka nikmatilahπŸ™‚ Menyalakan lagu sebelum sidang dimulai adalah ide yang bagusπŸ™‚ Asal jangan musik rock saja yang diputar.πŸ˜€

Bagi teman – teman yang mengerjakan tugas akhir, jika kalian menemukan kesulitan, maka kesulitan itu adalah guru yang terbaik. Kesulitan itulah nantinya yang akan membimbing kalian dalam menjawab pertanyaan penguji saat sidang. Jadi, mengeluh dalam menghadapi kesulitan itu lumrah, toh di Al-Quran pun telah dijelaskan bahwa manusia diciptakan Allah pada dasarnya suka mengeluh. Tapi ingat! Jangan berlebihan. Karena saya sudah mengalami sendiri, bahwa ternyata kesulitan tadi lah sahabat dan guru terbaik dalam menghadapi sidang. Dan terakhir, jangan terlalu santai. Deadline sangat membantu. Saya sudah merasakan bahwa saya memang tersandung – sandung bahkan terjatuh – jatuh di awal gara – gara deadline yang saya pasang. Akan tetapi, di akhir menjelang minggu – minggu sidang, saya bisa dibilang lebih santai dan berjalan lurus daripada teman – teman saya yang terlalu santai di awal. Bahkan di minggu pendaftaran sidang mereka masih membuat alat atau melakukan pengujian. Ini jelas merugikan mereka sendiri.

Enjoy The Moment. Keep in spirit. Keep believing in your shoulder. You can do it!πŸ™‚

One response »

  1. Pingback: Sekilas tentang Jaringan Syaraf Tiruan (JST) | Laura Yuliardhilla

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s