Arti Sebuah Kepintaran

Standard

Ini adalah postingan tumblr saya yang kedua.😀 [artikel pertama] Saya benar – benar berniat untuk memindahkan postingan saya kali ini😀

-Arti Sebuah Kepintaran-

Banyak sekali orang ingin menjadi pintar agar nantinya bisa mendapatkan rumah yang layak, rejeki yang banyak, kedudukan, segala sesuatu yang berwujud wealth and prosperity ini membuat saya berpikir ulang. Jika hanya ingin mendapatkan harta pribadi, lalu apa keindahan hakiki yang didapatkan dari itu semua? Karena terlalu sering mengejar harta, mungkin bisa saja banyak orang stress, menjalankan berbagai macam cara, walaupun haram sekalipun, tetap dilakukan, bahkan dari mereka yang “berpendidikan” dan disebut – sebut sebagai “orang pintar” tersebut. Mengapa tidak berpikir untuk menjadi “orang pintar” yang bermanfaat bagi kehidupan manusia saja? Jika kita dapat membuat manusia lain merasakan manfaat dari ilmu yang kita miliki, saya yakin segala macam bentuk kekayaan lahiriyah dapat kita nikmati, apapun bentuknya. Akan tetapi, anehnya, di Indonesia, jika mengatakan “orang pintar’ seperti ini, pasti dikait – kaitkan ke dalam sosok seorang guru, dosen, atau tenaga pendidik lainnya. Padahal bukan hanya tenaga pendidik yang bisa, kita bisa berkreasi menjadi apa saja jika ingin menjadi orang pintar yang bermanfaat bagi manusia. Misalnya sudah menduduki jabatan tertentu jangan korupsi, meneliti dan mengembangkan suatu alat bagi peradaban dunia, menjadi presiden yang amanah, dll.

Menjadi orang pintar memang seperti yang dikatakan oleh pepatah “Berakit – rakit ke hulu berenang – renang ke tepian”. Berarti kita memang harus belajar dan bekerja keras agar kita dapat menjadi “orang yang pintar dan amanah” kepada umat manusia. Dosen Probstat [Probabilitas dan Statistika] saya pernah berkata, “Belajar itu sengsara, tapi hasilnya itu indah.” Tidak ada belajar yang mudah dan setelah kesusahan itu pasti ada kemudahan. Bukankah itu yang dijanjikan oleh Allah?

Dan juga jangan disalahartikan yang dinamakan belajar itu pasti baca text book, belajar berjam – jam di perpustakaan, membaca buku – buku tebal. Sekali  lagi tidak! Jika anda beranggapan seperti itu pasti saya adalah orang pertama yang menentangnya! Belajar dari pengalaman, cerita – cerita dari orang tua kita, cerita dari sahabat, orang yang baru dikenal sekali pun dan hal – hal yang serupa bisa jadi sebuah pelajaran yang dapat menolong umat manusia. Belajar dari Al-Quran, misalnya. Mungkin banyak juga orang yang bertanya – tanya mengapa ayat – ayat tentang kisah – kisah Nabi itu selalu diulang – ulang? Terkadang ada di surat yang satu, diulang lagi di surat yang lainnya? Dan ayatnya banyak pula! Karena ingat, sejarah itu pasti akan selalu terulang. Pastilah sejarah cerita tersebut perlu menjadi pelajaran yang amat berharga bagi kita semua bahkan sampai akhir jaman pun pasti ada saja orang yang pernah mengalami kisah – kisah yang didapat oleh nabi kita terdahulu.

Kita juga musti ingat, bahwa setiap orang dilahirkan dengan kelebihan dan kekurangan masing – masing. Tidak ada yang jelek dan tidak ada yang paling baik. Mungkin ada yang dianugerahi otak yang cerdas dan dapat digunakan untuk penelitian yang dapat bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia, atau mungkin ada juga yang otaknya tidak sebriliant itu akan tetapi memiliki kekuatan yang dahsyat untuk mengajak orang lain berbuat kebaikan sehingga berguna juga bagi umat manusia. Kita mungkin tidak tahu sebetulnya kita berpotensi di dalam kelompok yang mana. Akan tetapi, paling tidak kita bisa menilai, apakah kepintaran kita sudah bermanfaat bagi kehidupan pribadi sehingga berpengaruh terhadap kehidupan manusia sekitar kita? Hanya kita yang tahu, hanya kita yang menilai, karena niatan untuk menjadi “manusia pintar” tersebut ada dalam batin kita dan dinilai oleh kita sendiri.

One response »

  1. Pingback: Tak Ada yang Sempurna Sama Sekali | Laura Yuliardhilla

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s