The Truly Gentlemen

Standard

Keluarga kecil itu tak mengira bahwa keputusan untuk naik bus dari bawah jembatan layang adalah sebuah kesalahan besar. Seorang ayah dan seorang ibu yang membawa 2 orang anak, yang satu dalam gendongan, tak akan mungkin kuat jika harus dibawa berdiri di dalam bus selama 3 jam perjalanan Bandung – Cikarang.
Seorang pemuda berkata pada sang ayah, “Pak, itu istrinya di belakang berdiri? Ini pak, duduk di sini saja.”
Spontan Sang Ayah berkata, “Bu, sini bu. Duduk sini. Ini mas2 nya mau berdiri bu.”
Sang Ibu berjalan dari arah belakang menuju kursi sang pemuda dan berkata, “Terima kasih Om.”
Lalu mulailah sebuah percakapan sederhana antara sang pemuda kepada keluarga kecil itu menemani selama perjalanan berdiri di dalam bus yang melelahkan, “Tadi kok naik dari sana pak?” . . . .

6 responses »

    • Hahahaha. Jujur sebenernya lala nggak maksud buat php lho. Itu maksudnya the truly gentlemen tu kayak gitu. Dia mau nawarin bangku ke ibu2, walaupun dia tahu kalau berdiri 3 jam itu melelahkan. Atau silakan diteruskan sendiri ceritanya. Hahahahahaha.πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s